Senin, 01 Februari 2016

Pertemuan pertama


                                                                         Kamis, 28 Januari 2016


pembelajaran kimia organik II

Belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
Hal-hal penting dalam belajar meliputi adanya kesadaran/do`a, usaha, dan interaksi. Dimana pada ketiga hal tersebut saling berkesinambungan antara satu dengan yang lainnya.
                                               
Aspek penilaian pada pembelajaran kimia organik I, yaitu :

a)      Kemampuan sikap
Sikap, adalah kemampuan manusia yang berkembang dengan pemilihan secara individual dari perbuatan yang bersifat pribadi mengenai suatu obyek.
b)      Kemampuan kerja
Ketrampilan motorik/kerja merupakan suatu ketrampilan dalam melakukan/ melaksanakan (execute) yang menunjukkan suatu susunan ketrampilan yang tinggi dalam arti perbuatan yang dimiliki peserta didik secara spesifik, lancar dan efisien.
c)      Penguasaan pengetahuan
Penguasaan Pengetahuan adalah penguasaan terhadap kemampuan yang berkaitan dengan keluasan dan kedalaman pengetahuan. 
d)      Kemampuan managerial/kepemimpinan
Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arang pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi.

Dalam pembelajaran kimia organik ada juga penilaian kerja kelompok dengan menggunakan sistem kolaborasi dan tidak menggunakan sisitem kooperatif.
Definisi Kolaborasi merupakan proses partisipasi beberapa orang, kelompok, dan organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kolaborasi menyelesaikan visi bersama, mencapai hasil positif bagi khalayak yang mereka layani, dan membangun sistem yang saling terkait untuk mengatasi masalah dan peluang.
Sedangkan Kooperatif adalah kerelaan membantu (sebuah pertanian, bisnis, hukum, dan sebagainya) dimiliki dan dijalankan bersama oleh para anggotanya yang membagi keuntungan. Sebuah organisasi yang bersifat kerjasama.

A.    Reaksi-reaksi dalam kimia organik :

1.      Reaksi Ozonolisis

Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau keton. Oksidasi oleh ozon atau yang lebih dikenal dengan ozonolisis merupakan salah satu jenis reaksi yang dapat terjadi pada alkuna. Dalam hal ini dicontohkan dengan butena. Hasil dari ozonolisis ini akan berbeda tergantung pada senyawa apa yang akan di oksidasinya. Pada pentuna, akan berbeda ketika yang mengalami ozonolisis itu 1-pentuna dan 2-pentuna.
Reaksi ozonolisis merupakan reaksi oksidasi ikatan rangkap oleh ozon. Di lain hal, reaksi ini digunakan untuk menentukan tempat ikatan rangkap pada senyawa yang belum diketahui. Reaksi alkena dengan ozon akan menghasilkan aldehida atau keton. Contoh :                                                                                                                  C2H4    +  O3    --------->    2 HC = OH
                         etena                             2 aldehida


2.      Reaksi Oksidasi

Hampir sama dengan ozonolisis, hal ini dikarenakan pada reaksi menggunakan unsur oksigen. Dimana pada ozonolisis menggunakan senyawa O3, sedangkan oksidasi menggunakan senyawa O2.

Konsep dalam oksidasi ada tiga yaitu :

1.      Konsep pengikatan oksigen

Oksidasi adalah peristiwa pengikatan oksigen. Adapun contoh yang terkait dengan reaksi oksidasi berdasarkan konsep ini sebagai berikut :

a.      Perkaratan logam besi
Reaksinya yaitu :  4 Fe(s) + 3 O2(g)  -----------> 2 Fe2O3(s)   
b.      Pembakaran bahan bakar (misalnya gas metana)
Reaksinya yaitu :  CH4(g) + O2(g)  ---------->  CO2(g) + 2 H2O(g)
c.       Oksidasi glukosa dalam tubuh (respirasi)
Reaksinya yaitu : C6H12O6(aq) + 6 O2  -------->  6 CO2(g) + 6 H2O(l)

2.      Konsep pelepasan elektron

Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron. Adapun contohnya sebagai berikut :
Na  ------>  Na+ + e-   [melepas 1 elektron]
                                    Ca  ------>  Ca2+ + e2-  [melepas 2 elektron] 

3.      Konsep pelepasan hidrogen

Oksidasi adalah peristiwa pelepasan hidrogen. Adapun contohnya sebagai berikut :
                              C2H4  +  ½ O2  ------->  C2H2   +  H2O


3.      Reaksi Brominasi

Reaksi brominasi digunakan untuk membedakan golongan alkena dan alkana. Gas etena jika dilewatkan kedalam air brom (berwarna cokelat kemerahan), maka akan bereaksi membentuk larutan 1,2-dibromoetana yang tidak berwarna. Alkana tidak mempengaruhi air brom ketika senyawa itu dilewatkan kedalamnya.
   Reaksi brominasi etena yaitu :
                                  C2H4  +  Br2   -------->     C2H2Br2                      +         H2 
                                etena                                   1,2-dibromoetana


B.    Muatan formal

Dalam beberapa rumus senyawa organik, beberapa unsur tampaknya membentuk ikatan kovalen dengan jumlah yang tidak lazim. Ternyata menggambarkan rumus lewis yang sepenuhnya benar dari senyawa-senyawa ini tidak dimungkinkan, kecuali bila kita memberikan muatan elektrostatik, yang disebut muatan formal, kepada beberapa unsur dalam suatu struktur.
Muatan formal diartikan sebagai bilangan bulat atau pecahan, positif atau negatif yang menunjukkan pada banyaknya kekurangan elektron setiap atom penyusun spesies relatif terhadap atom netralnya. Bilangan ini ditentukan atas dasar struktur elektronik spesies yang bersangkutan dengan anggapan bahwa dalam ikatan kovalen pasangan elektron ikatan memberikan kontribusi muatan secara merata terhadap atom-atom yang berikatan.

5 komentar:

  1. Seperti yang telah dijelaskan oleh saudara rian pada reaksi brominasi,bahwa alkana tidak mempengaruhi air brom ketika senyawa itu dilewatkan didalamnya!
    Bisakah anda jelaskan mengapa hal tersebutbisa terjadi dan jika ada tolong berikan contohny?

    BalasHapus
  2. Baik la saya akan mencoba untuk menjawab nya, mengapa alkana tidak mempengharui air brom ketika senyawa itu di lewat kan, menurut saya.karena alkana tidak memiliki ikatan rangkap sehingga alkana tidak dapat bereaksi dengan Br2 maka alkana tidak dapat mempengharui air brom,

    BalasHapus
  3. dan juga dimana adanya Br2 disana sebagai pemutusan ikatan rangkap gas etena yg di jelaskan saudara rian,sehingga gas etena dapat bereaksi dgn Br2 yg mengakibatkan perubahan warnah

    BalasHapus
  4. menurut saya reaksi suatu senyawa organik dengan unsur golongan halogen contohnya Br2 adalah reaksi adisi ikatan rangkap sehingga karena alkana tidak memiliki ikatan rangkap maka tidak akan saling mempengaruhi

    BalasHapus
  5. Hidrokarbon dengan ikatan rangkap (hidrokarbon tak jenuh) menunjukkan uji positif dengan bromin. Alkena yang memiliki ikatan rangkap mengalami reaksi terhadap brom. Biasanya brom dilarutkan dalam pelarut CCl4 kemudian ditambahkan tetes demi tetes pada alkena. Adisi bromin ini dapat dijadikan uji kimia untuk melihat ketidakjenuhan pada senyawa organik. Larutan bromin ditambahkan pada senyawa tak jenuh akan menampakkan hasil bahwa warna bromin sedikit demi sedikit akan hilang. Dalam hal ini terjadi perubahan warna dari larutan warna merah kecoklatan (warna dari bromin) menjadi tidak berwarna. Sehingga terjadinya reaksi ini ditandai dengan hilangnya larutan bromin tersebut. Hal ini disebabkan karena ikatan rangkap pada alkuna diadisi oleh bromin menjadi ikatan tunggal dan salah satu atom brom terikat pada salah satu atom karbon yang asalnya berikatan rangkap.
    Berbeda dengan senyawa hidrokarbon tak jenuh (alkana) tidak memberikan perubahan warna ketika ditambahkan dengan senyawa Bromin yang berwarna merah, warna larutan akan tetap berwarna merah.

    BalasHapus