Rabu, 09 Maret 2016

Monosakarida



                                                            Kamis, 03 maret 2016


Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono:satu, sacchar:gula) adalah senyawa karbohidrat dalam bentuk gula yang paling sederhana. Kerangka monosakarida berupa rantai karbon berikatan tunggal yang tidak bercabang. Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu atom oksigen, membentuk gugus karbonil; masing-masing atom karbon lainnya berikatan dengan gugus hidroksil. Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Monosakarida meliputi glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan lain-lain.
            Rumus umum monosakarida sesuai dengan nama karbohidrat yaitu (CH2O)n, di mana jumlah n sesuai dengan jumlah atom karbon yang dimiliki. Dimana monosakarida ini minimal atom karbon nya ada 3, damn maksimal 6. Contoh nya tritosa, tetrosa, penrosa, heksosa, heptosa, mempunyai gugs fungsi yaitu aldehid dan keton. Jika keton yang dihasilkan berupa siklik 5 yaitu furano, sedangkan jika aldehid yanng dihasilkan siklik 6 yaitu pirano.
Pada monosakarida atom karbon 6, dapat dilihat contoh sebagai berikut:
Keterangan pada gambar : Siklik 6 merupakan piranosa dan siklik 5 merupakan puranosa.
            Pada piranosa dapat terjadi perubahan yaitu adanya alfa-D-glukosa dengan Beta-D-glukosa. Beta-D-glukosa merupakan salah satu monosakarida yang sangat penting bagi kehidupan dan sangat vital. Beta-D-Hidroglukosa 64% di uraikan di dalam tubuh untuk suplay energi , jika hormon insulin rendah maka menumpuk dan akan sakit gula sehingga tidak boleh lagi memakan gula. Sedangkan A-D hidroglukosa 36% tidak ada di dalam tubuh atau sedikit. Berikut struktur pada monosakarida tersebut :
            Untuk monosakarida dengan atom C 6 memiliki variasi bentuk sebanyak 16. Hal ini disebabkan oleh pusat khiral pada monosakarida tersebut berjumlah 4. Dimana terdapat rumus yang dapat menyatakan jumlah bentuk varisai suatu monosakarida yaitu 2n.
            Adapun cara aldehid dan keton  yang C6  berubah menjadi berbentuk siklik yaitu  pada aldehid yang alkohol (C5) mengadisi karbonil (C1)  Dan pada keton alkohol (C5) mengadisi (C2)  Pengadisi = OH  (menentukan orientasi formal, D <destur>   L <levo> dimana seseorang tak mampu memproduksi D tetapi L maka orang tersebut banyak penyakit nya).
Kenapa tidak OH yang berdekatan dengan gugus alkohol atau keton,sehingga kenapa harus C5 yang membentuk siklik?
Karena pada atom C ke lima lebih stabil dengan kestabilan sudutnya 109 derjat, sehingga dapat membentuk siklik. Dimana semakin besar sudut maka kestabilan pada monosakarida tersebut akan semakin besar.


            Pada monosakarida dengan atom C 3, memiliki 2 jenis struktur variasi. Hal ini dikarenakan pada monosakarida ini memiliki jumlah atom C khiral sebanyak 2.
            Untuk penamaan R dan S , atau yang disebut dengan Rektus dan Sylister yang berarti kekanan (searah jarum jam) dan kekiri (berlawanan jarum jam). Penamaan ini berdasarkan priyoritas pada massa atom atau juga bisa dengan nomor atom yang besar yang berkaitan langsung dengan atom C khiral. Pada penamaan ini, atom yang berikatan rangkap pada atom lain yang beriktan langsung dengan atom khiral memilki massa atom yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar