Kamis,
03 maret 2016
Monosakarida (dari Bahasa Yunani mono:satu, sacchar:gula) adalah
senyawa karbohidrat dalam
bentuk gula yang
paling sederhana. Kerangka monosakarida berupa rantai karbon berikatan tunggal
yang tidak bercabang. Satu diantara atom karbon berikatan ganda terhadap suatu
atom oksigen, membentuk gugus karbonil; masing-masing atom karbon lainnya
berikatan dengan gugus hidroksil. Monosakarida adalah karbohidrat yang
tidak dapat dihidrolisis menjadi bentuk yang lebih sederhana. Monosakarida
meliputi glukosa, galaktosa, fruktosa, manosa, dan lain-lain.
Rumus umum monosakarida sesuai
dengan nama karbohidrat yaitu (CH2O)n, di mana jumlah n sesuai dengan jumlah
atom karbon yang dimiliki. Dimana monosakarida ini minimal atom karbon nya ada 3,
damn maksimal 6. Contoh nya tritosa, tetrosa, penrosa, heksosa, heptosa,
mempunyai gugs fungsi yaitu aldehid dan keton. Jika keton yang dihasilkan
berupa siklik 5 yaitu furano, sedangkan jika aldehid yanng dihasilkan siklik 6
yaitu pirano.
Pada monosakarida
atom karbon 6, dapat dilihat contoh sebagai berikut:
Keterangan pada gambar
: Siklik 6 merupakan piranosa dan siklik 5 merupakan puranosa.
Pada piranosa dapat terjadi perubahan yaitu adanya
alfa-D-glukosa dengan Beta-D-glukosa. Beta-D-glukosa merupakan salah satu monosakarida
yang sangat penting bagi kehidupan dan sangat vital. Beta-D-Hidroglukosa 64% di uraikan di dalam tubuh
untuk suplay energi , jika hormon insulin rendah maka menumpuk dan akan sakit
gula sehingga tidak boleh lagi memakan gula. Sedangkan A-D
hidroglukosa 36% tidak ada di dalam tubuh atau sedikit. Berikut struktur pada
monosakarida tersebut :
Untuk monosakarida dengan atom C 6
memiliki variasi bentuk sebanyak 16. Hal ini disebabkan oleh pusat khiral pada
monosakarida tersebut berjumlah 4. Dimana terdapat rumus yang dapat menyatakan
jumlah bentuk varisai suatu monosakarida yaitu 2n.
Adapun cara aldehid dan keton yang C6 berubah menjadi berbentuk
siklik yaitu pada aldehid yang alkohol
(C5) mengadisi karbonil (C1) Dan pada
keton alkohol (C5) mengadisi (C2) Pengadisi
= OH (menentukan orientasi formal, D <destur> L
<levo> dimana seseorang tak mampu memproduksi D tetapi L maka orang
tersebut banyak penyakit nya).
Kenapa tidak
OH yang berdekatan dengan gugus alkohol atau keton,sehingga kenapa harus C5
yang membentuk siklik?
Karena pada atom C ke lima lebih stabil dengan kestabilan sudutnya 109 derjat, sehingga dapat membentuk siklik. Dimana semakin besar sudut maka kestabilan pada monosakarida tersebut akan semakin besar.
Karena pada atom C ke lima lebih stabil dengan kestabilan sudutnya 109 derjat, sehingga dapat membentuk siklik. Dimana semakin besar sudut maka kestabilan pada monosakarida tersebut akan semakin besar.
Pada
monosakarida dengan atom C 3, memiliki 2 jenis
struktur variasi. Hal ini dikarenakan pada monosakarida ini memiliki jumlah
atom C khiral sebanyak 2.
Untuk penamaan R dan S , atau yang
disebut dengan Rektus dan Sylister yang berarti kekanan (searah jarum jam) dan
kekiri (berlawanan jarum jam). Penamaan ini berdasarkan priyoritas pada massa
atom atau juga bisa dengan nomor atom yang besar yang berkaitan langsung dengan
atom C khiral. Pada penamaan ini, atom yang berikatan rangkap pada atom lain
yang beriktan langsung dengan atom khiral memilki massa atom yang lebih besar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar